Selasa, 15 April 2014

Pernahkah Aku Ada di Hatimu ?


Kamu. Ya. Yang menempati sebagian besar ruang di hatiku. Bahkan juga di otakku. Seseorang yang mapu mengacaukan banyak hal. Seseorang yang menarik seluruh fokusku. Rasanya sulit, menghapusmu dari otakku. Tak segampang aku mengucapkannya, tak segampang  tombol menekan"Unfollow" di twitter, tak segampang menekan "Delete" dari kontak.

Ada satu tanya, yang terus saja menghantuiku. Dan aku selalu berusaha mencari jawaban itu, tapi NIHIL. Apa itu? What's that? Yah, "Pernahkah ada aku di hatimu?". Sebenarnya mungkin. Tapi apakah itu selalu? Apakah ada sebuah ruang khusus? Tanya itu bukannya terjawab, tapi semakin banyak, semakin panjang. Tak ada habisnya tanya-tanya itu.

Mungkin aku pernah ada di hatimu. Mungkin aku juga pernah ada di otakmu. Ya, tapi hanya sesaat. Dan aku tak mempunyai sebuah ruang khusus, yang selalu diistimewakan. Aku hanya seperti angin lalu yang hanya akan datang sesaat dan pergi lagi.

Tapi tahukah kamu? Aku memberimu ruang khusus. Di hati dan di otak. Kamu termasuk orang istimewa di hidupku. Yang bahkan menjadi bagian hidupku, walaupun aku tahu posisiku di hidupmu. TAK BEGITU BERARTI, peranku seperti angin lalu.

Kenyataan yang pahit. Tapi apakah hanya karena seperti ini aku berhenti mengharapkannya? Apakah aku akan semudah itu berputus asa? Tidak, aku tetap bertahan. dan aku pikir itu belum ada apa-apanya. Itu masuk dalam daftar resiko serang secret admirer, iya, itu aku. Seseorang yang mengharapkanmu, tapi hanya menyimpannya rapat-rapat, mengamatimu dari jauh, dan diam-diam mengikuti banyak kegiatanmu.

Ya, itu memang bukan apa-apa, jika dibandingkan dengan yang ini. Ketika aku mengetahui kamu menjalin HUBUNGAN SPESIAL dengan seseorang. Nafasku sesak, perutku berputar, dan mataku panas. Rasanya pelupuk mataku sudah tak kuat menahan air mata. Dan karena ini, bantal tidurku basah. Mataku bengkak esok harinya. Tapi aku harus rela ini semua terjadi. Lagipula, apa hakku untuk melarang? Siapa aku dimatanya? Tak ada apa-apanya. Cemburu saja rasanya tidak berhak. Lagi-lagi, resiko serang secret admirer.

Kalau dipikir, itu memang bodoh. Menangisi seseorang yang bahkan tak menganggapku berarti. Tapi, apakah cinta itu rasional? Tidak. Banyak hal bodoh yang orang lakukan karena cinta. Ya, KARENA CINTA. Banyak, sangat banyak hal bodoh itu.

Aku bosan. Aku bosan hanya menunggumu dalam diam. Aku bosan hanya mengamatimu dari jauh. Aku bosan hanya menikmati senyum indahmu dari jauh, tanpa pernah bisa memiliki senyum itu walau sementara. Aku ingin menjadi alasan di balik tawamu. Aku ingin berdiri di sampingmu, dan bisa menatap kedua matamu. Aku bosan semua itu hanya khayalan. Aku ingin SEMUA ITU NYATA. Lagi-lagi itu hanya sebuah harapan kosong, dan tak berarti.

Aku hanya bisa melakukan yang sekarang bisa aku lakukan. Aku hanya bisa menunggu semampuku. Aku hanya bisa menangis sebanyak air mataku. Aku hanya bisa itu semua. I'm not perfect, because nobody perfect in this world.


0 komentar:

Poskan Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com