Sabtu, 08 Juni 2013

Misteri lukisan wajah Monalisa




Teknik sfumato, Misteri lukisan wajah Monalisa, Leonardo da Vinci, WAJAH MONALISA, karya Da Vinci yang dianggap sebagai lukisan yang sangat unik dan misterius, zaman renaisans, Monalisa dan Da Vinci masih tetap misterius, lukisan monalisa karya da vinci, leonardo davinci, misteri lukisan monalisa yang belum terungkap, misteri aneh pada lukisan monalisa, Rahasia Lukisan Mona Lisa Terungkap, Misteri Mona Lisa Terkuak, Menyingkap Misteri Mona Lisa, Misteri Lukisan Mona Lisa Diungkap Secara Ilmiah, Senyuman Misteri Monalisa Terkuak, Monalisa, Fakta dan Misteri Karya Lukis Terbesar, Satu lagi misteri lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, Misteri Di Balik Lukisan Monalisa, Monalisa Senyum Sejuta Misteri

Misteri lukisan wajah Monalisa, sebuah magnum opus maestro Leonardo da Vinci sebenarnya terletak pada 'keunikan bayangan' yang terlihat di wajahnya. Bahkan para ilmuwan harus menggunakan sinar X untuk memahami bayangan yang terlihat di wajah Monalisa tersebut. Monalisa sekarang disimpan di Museum Louvre Paris, Perancis. Peneliti dari museum tersebut, Philipe Walter dan sejawatnya menyelidiki tujuh karya Da Vinci yang dianggap sebagai lukisan yang sangat unik dan misterius. Selain Monalisa, lukisan-lukisan yang diteliti antara lain adalah Virgin of the Rocks, Saint John the Baptist, Annunciation, Bacchus, Belle Ferronnière, Saint Anne, the Virgin, dan the Child.

Keunikan Monalisa bukanlah terletak pada senyumannya yang sangat misterius dan menjadi pusat perdebatan seniman akibat interpretasi yang berbeda-beda. Keunikan utamanya adalah 'adanya lapisan-lapisan pigmen tipis yang digunakan untuk membuat transisi cahaya dari terang ke gelap'.Hal yang paling luar biasa dari lukisan wajah Monalisa adalah tidak adanya sapuan kuas dan sidik jari. Hal inilah sebenarnya yang memantik seniman dan ilmuwan untuk menyelidiki bagaimana lukisan ini dibuat. Ilmuwan meyakini bahwa Monalisa dibuat dengan teknik 'sfumato' yaitu menciptakan gradasi warna di atas kanvas. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana gradasi itu dibuat tanpa sapuan kuas dan sidik jari?

Teknik sfumato sangat melegenda pada zaman renaisans dan banyak digunakan oleh pelukis-pelukis pada zaman itu. Perbedaannya adalah, Da Vinci mampu membuat sapuan lapisan pada kanvas yang tebalnya hanya beberapa mikrometer saja. Hasil spektrometri sinar X fluoresence (WRF) menunjukkan bahwa Da Vinci mampu mengaplikasikan sapuan lapisan berkisar 30-40 mikrometer saja pada lukisan-lukisannya. Teknik ini akan sangat sulit bahkan mustahil mampu dilakukan oleh para pelukis hebat pada masa kini. Namun peneliti tidak mampu mengungkap bagaimana Da Vinci mampu melakukan sapuan lapisan yang sangat tipis tersebut bahkan seolah-olah tanpa goresan kuas dan sangat rapi tanpa sidik jari, tampaknya Monalisa dan Da Vinci masih tetap misterius dan tanpa petunjuk.


0 komentar:

Poskan Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com