Senin, 10 Juni 2013

MISTERI KA’BAH

 "KA'BAH" SEBAGAI PUSAT BUMI
Ka’bah adalah bahasa Al-Quran dari kata “ka’bu” yang berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Dan Al-Quran juga menjelaskan istilah itu dengan “Ka’bain” yang berarti “dua mata kaki”
Ka’bah yang artinya nyata “ mata bumi” atau “sumbu bumi” atau “kutub putaran utara bumi”


Astronot Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota suci Mekkah Al-Mukarommah  adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian ilmiah. “Ketika Neil Amstrong pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya.”?

            Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengemukakannya di internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian Website tersebut raib entah kemana yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
            Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota suci Mekkah Al-Mukarommah, tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung) hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut maasih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
            Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama “Zero Magnetism Area” artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
            Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itulah ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan diri kita di-carger ulang oleh sesuatu energy misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
            Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa ngambang di air. Di sebuah museum di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak museum juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari system tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda : Hajar Aswad itu di turunkan dari surga, warnanya lebih putih dari susu, dan dosa-dosa anak cucu adam lah yang menjadikannya hitam”.

            Prof.Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa kota suci Mekkah Al-Mukarommah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti sesuatu suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
            Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesuatu itu ia mengamati dengan seksama posisi tujuh benua terhadap Mekkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.
            Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program computer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukannya  bahwa Mekkah merupakan pusat Bumi.
            Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Mekkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama ia bergerak bersamaan dengan keliling benua-benua tersebut : (Majalah Al-Arabiyyah, edisi 237 Agustus 1978).
            Gambar-gambar satelit yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
            Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Mekkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun studi ini diterbitkan didalam banyak majalah sains di Barat.
            Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Mekkah berada ditengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa kota suci Mekkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontropersi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
            Mengapa Mekkah disebut dalam Al-Quran dengan istilah “Ummul Quro” (ibu atau induk dari kota-kota)? Mengapa juga, Allah SWT menyebut daerah lain selain Mekkah dengan kalimat “Maahaulahaa” (negeri-negeri sekeliling)?
Allah berfirman didalam Al-Quran Al-Karim sebagai berikut :  
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّۭا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌۭ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌۭ فِى ٱلسَّعِير

“Demikianlah kami wahyukan kepada Al-Quran dalam bahasa arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Quro (penduduk Mekkah dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya. (QS.Asy-Syura :7)
            Bila ditilik secara bahasa , kata Umm yang artinya ibu adalah sosok yang menjadi sumber keturunan maka bila Mekkah disebut sebagai Ummul Quro artinya Mekkah adalah sumber dari semua negeri lain.
            Pertanyaan dan kajian seperti itu sedikit demi sedikit kini mulai terjawab melalui berbagai penemuan ilmiah. Sesungguhnya, tahapan eksperimen tentang hal ini, sudah di publikasikan  ditahun 1978, melalui keterangan Dr. Hussain yang kala itu menjadi kepala bagian ilmu ukur Bumi di universitas Riyadh, Saudi Arabia. Hasil studi itu kemudian diterbitkan pula diberbagai majalah sains di Barat. Bersama rekan-rekannya, Dr. Hussain menemukan bahwa titik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan geologi (ilmu tanah), terbukti bahwa Mekkah adalah pusat Bumi.
            Lalu pada tahun 2009, hasil penemuan ilmiah itu kembali dipublikasikan dalam sebuah konferensi ilmiah bertajuk “Mekkah sebagai pusat Bumi, Teori dan Praktik”. Konferensi yang digelar di Dhoha, Qatar itu memperkuat hasil penemuan bahwa Mekkah adalah pusat Bumi. Konferensi itu lalu menelurkan rekomendasi yang berisi ajakan agar umat islam mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich, menjadi Mekkah.
            Banyak argumentasi ilmiah membuktikan wilayah nol bujur sangkar melalui kota suci Mekkah dan tidak melewati Greenwich di Inggris. Mekkah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik magnetic di kutub utara. Kondisi ini tidak dimiliki oleh kota-kota lain, bahkan Greenwich yang ditetapkan sebagai meridian nol.
            Konon Greenwich Mean Time (GMT) dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri didunia berada dibawah jajahan Inggris. Dan jika penemuan ilmiah bahwa kota suci Mekkah sebagai pusat bumi diterapkan, mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat, sekaligus akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade lalu tentang rujukan waktu dunia.
Ada beberapa ayat dan Hadits Nabawi yang meriwayatkan fakta ini. Bahwa Allah SWT berfirman :
  

 يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

“Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (QS.Ar-Rahman :33)
                        Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata “qutr” yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu diatas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Mekkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
            Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Mekkah, tempat Ka’bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi).

            Bangunan Ka’bah yang merupakan kiblatnya umat Islam yang terletak di Masjidil Haram di kota suci Mekkah Al-Mukarommah. Ia merupakan bangunan yang harus dikunjungi jamaah haji. Sedikit informasi terkait Ka’bah yang tidak kita ketahui sebelum ini :

1.      Mekkah adalah merupakan wilayah yang memiliki grafitasi paling stabil.
2.      Tekanan grafitasinya tinggi, dan disitulah berpusatnya kebisingan yang membangun yang tidak bisa didengar oleh telinga.
3.      Tekanan grafitasi yang tinggi berdampak langsung pada system imun tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala serangan penyakit.
4.      Gravitasi tinggi = electron ion negative yang berkumpul disitu tinggi = doa akan termakbul karena di situ adalah  tempat gema atau ruang dalam waktu bersamaan
5.      Apa yang diniatkan di hati adalah gema yang tidak bisa didengar tetapi bisa dideteksi frekwansinya. Pengaruh electron menyebabkan kekuatan internal kembali tinggi, penuh semangat untuk malakukan ibadah, tidak ada sifat putus asa, mau terus hidup, penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
6.      Gelombang radio tidak bisa mendeteksi posisi Ka’bah.
7.      Bahkan teknologi satelitpun tidak bisa meneropong apa yang ada di dalam Ka’bah. Frekwensi radio tidak mungkin dapat membaca apa-apa yang ada didalam Ka’bah karena tekanan grafitasi yang tinggi.
8.      Tempat yang paling tinggi tekanan grafitasinya, memiliki konten garam dan aliran anak sungai di bawah tanah yang banyak. Sebab itulah bila kita shalat di Masjidil Haram meskipun ditempat terbuka tanpa atap masih terasa dingin.
9.      Ka’bah bukan sekedar bangunan hitam empat persegi tetapi satu tempat yang paling ajaib karena disitu pemusatan energy, grafitasi, zona magnetism nol dan tempat yang paling di Rahmati.
10.  Tidur dengan posisi menghadap Ka’bah secara otomatis otak tengah akan terangsang sangat aktif sampai tulang belakang dan menghasilkan sel darah.
11.  Pergerakan mengelilingi Ka’bah arah lawan jam memberikan energy hidup alami dari alam semesta. Semua yang ada didalam ini bergerak menurut lawan jam, Allah SWT telah menentukan hukumnya begitu.
12.  Peredaran darah atau apa saja didalam tubuh manusia sesuai lawan jam. Justru dengan mengelilingi Ka’bah menurut lawan jam, berarti sirkulasi darah di dalam tubuh meningkat dan sudah tentunya menambah energy. Sebab itulah orang yang berada di Mekkah selalu bertenaga, sehat dan panjang umur.
13.  Sedangkan bilangan tujuh itu adalah simbolik ke tidak terhingga banyaknya. Angka tujuh itu berarti tidak terbatas atau terlalu banyak. Dengan melakukan tujuh kali putaran sebenarnya kita mendapat ibadah yang tidak terbatas jumlahnya.
14.  Larangan memakai topi, songkok atau menutup kepala, karena rambut dan bulu roma (pria) adalah ibarat antenna untuk menerima gelombang yang baik yang dipancarkan langsung dari Ka’bah. Sebab itulah setelah melakukan haji kita seperti dilahirkan kembali sebagai manusia baru karena segala yang buruk telah ditarik dan diganti dengan nur atau cahaya yang baru.
15.  Setelah selesai semua itu barulah bercukur atau tahalul. Tujuannya untuk melepaskan diri dari pantangan larangan dalam ihram. Namun rahasia dibaliknya adalah untuk membersihkan antenna atau reseptor kita dari segala kekotoran sehingga hanya gelombang yang baik saja akan diterima oleh tubuh.
(dari berbagai sumber pilihan)

Sumber : http://renungankolbu.blogspot.com/2013/04/misteri-kabah.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com